Berbicara mengenai pendidikan di kalangan pelajar tak akan lepas dari yang namanya potensi akademin dan non akademin. Sebagai pelajar tentunya masing-masing dari diri kita mempunyai potensi yang dimiliki masing-masing. Potensi tersebut, nantinya akan kembali kepada diri kita sendiri. Pelajar dapat mengembangkannya menjadi berbagai potensi segudang, bisa halnya dalam olimp sains maupun lomba keolahragaan.
Secara umum peran pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik. Juga untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik ,untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur, serta membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.
Dapat kita ketahui bahwasannya prestasi yang mereka perolah juga dapat membawa nama baik sekolah Ini merupakan cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.
Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik. Sebagian pelajar tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.
Dalam beberapa kasus, banyak sekali tipe pelajar yang berbeda-beda di sekolah. Misalnya saja ada tipe pelajar yang nakal dan suka membolos, tapi dia selalu mendapat nilai tinggi disetiap ulangan. Disisi lain ada pelajar yang tekun, sopan, dan baik perilakunya, tapi dia tidak terlalu pandai dalam ulangan dan mendapat nilai rendah. Dari kasus tersebut kita jadi tahu bahwa pendidikan tidak selalu halnya akan nilai, tapi moral juga penting. Memang nilai itu adalah modal kita berprestasi di sekolah, tapi apa gunanya jika diluar itu kita tidak memiliki adab perilaku yang berpendidikan budi pekerti.
Prestasi akademik tentu saja bukan penentu kesuksesan di masa depan. Tapi apakah prestasi akademik itu penting? Ya jelas. Saya mendukung setiap pemuda Indonesia untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Bahkan saya menyarankan setiap pemuda yg fresh graduate untuk langsung lanjut ke jenjang S2. Dengan alasan agar mereka meraih gelar yg kemudian bisa membantu untuk lebih profesional. Bayangkan di usia 22 sudah selesai S1, dan usia 25 bisa selesai S2. Beda dengan saya yg selesai S1 di usia 22, kemudia bekerja dan melanjutkan S2 di usia 25 tahun.
Tapi kembali ke topik, prestasi itu menjadi salah satu penyambung untuk memperoleh kesuksesan ketika kita lulus nanti. Apa yg membuatmu bisa mendapatkan hal tersebut? Tentu saja prestasimu kan! Saya rasa kalau tidak cukup berprestasi, tidak mungkin bisa mengalahkan begitu banyak kandidat. Jadi prestasi itu penting. Apakah menjadi penentu kesuksesan? Belum tentu, untuk menjadi sukses itu perlu banyak faktor lainnya. Contohnya karakter. Bayangkan sejenius apapun seseorang, tp karakter atau atitudenya jelek, apakah dia mendapatkan promosi? Bisa saja dia dipecat. (Dalam hal ini saya mendeskripsikan sukses mendapatkan perkerjaan dan promosi jabatan).
Dan tentu saja yg memiliki pendidikan dan prestasi yg baik jg belum tentu jd orang yg sukses. Banyak faktornya. Prestasi itu penting sebagai faktor pendukung, bukan sebagai penentu kesuksesan itu sendiri.
Daftar pustaka :
Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya 2019. SMK WIDYA NUSANTARA https://smkwidyanusantara.sch.id/read/5/pendidikan-karakter-pengertian-fungsi-tujuan-dan-urgensinya#:~:text=Secara%20umum%20fungsi%20pendidikan%20ini,%2C%20tangguh%2C%20dan%20berperilaku%20baik diakses pada 9 Februari 2023
Berprestasi Tujuan Hidupku 2018. Perpustakaan direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah
https://perpus-dikdasmen.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=823&keywords= diakses pada 5 Febuari 2023