Selasa, 07 Februari 2023

PRESTASI SEGUDANG JAMINAN MASA DEPAN?



    
   Berbicara mengenai pendidikan di kalangan pelajar tak akan lepas dari yang namanya potensi akademin dan non akademin. Sebagai pelajar tentunya masing-masing dari diri kita mempunyai potensi yang dimiliki masing-masing. Potensi tersebut, nantinya akan kembali kepada diri kita sendiri. Pelajar dapat mengembangkannya menjadi berbagai potensi segudang, bisa halnya dalam olimp sains maupun lomba keolahragaan. 

  Secara umum peran pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik. Juga untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik ,untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur, serta membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.


   Dapat kita ketahui bahwasannya prestasi yang mereka perolah juga dapat membawa nama baik sekolah Ini merupakan cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.
Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik. Sebagian pelajar tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.

  Dalam beberapa kasus, banyak sekali tipe pelajar yang berbeda-beda di sekolah. Misalnya saja ada tipe pelajar yang nakal dan suka membolos, tapi dia selalu mendapat nilai tinggi disetiap ulangan. Disisi lain ada pelajar yang tekun, sopan, dan baik perilakunya, tapi dia tidak terlalu pandai dalam ulangan dan mendapat nilai rendah. Dari kasus tersebut kita jadi tahu bahwa pendidikan tidak selalu halnya akan nilai, tapi moral juga penting. Memang nilai itu adalah modal kita berprestasi di sekolah, tapi apa gunanya jika diluar itu kita tidak memiliki adab perilaku yang berpendidikan budi pekerti.

  Prestasi akademik tentu saja bukan penentu kesuksesan di masa depan. Tapi apakah prestasi akademik itu penting? Ya jelas. Saya mendukung setiap pemuda Indonesia untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Bahkan saya menyarankan setiap pemuda yg fresh graduate untuk langsung lanjut ke jenjang S2. Dengan alasan agar mereka meraih gelar yg kemudian bisa membantu untuk lebih profesional. Bayangkan di usia 22 sudah selesai S1, dan usia 25 bisa selesai S2. Beda dengan saya yg selesai S1 di usia 22, kemudia bekerja dan melanjutkan S2 di usia 25 tahun.


Tapi kembali ke topik, prestasi itu menjadi salah satu penyambung untuk memperoleh kesuksesan ketika kita lulus nanti. Apa yg membuatmu bisa mendapatkan hal tersebut? Tentu saja prestasimu kan! Saya rasa kalau tidak cukup berprestasi, tidak mungkin bisa mengalahkan begitu banyak kandidat. Jadi prestasi itu penting. Apakah menjadi penentu kesuksesan? Belum tentu, untuk menjadi sukses itu perlu banyak faktor lainnya. Contohnya karakter. Bayangkan sejenius apapun seseorang, tp karakter atau atitudenya jelek, apakah dia mendapatkan promosi? Bisa saja dia dipecat. (Dalam hal ini saya mendeskripsikan sukses mendapatkan perkerjaan dan promosi jabatan).

Dan tentu saja yg memiliki pendidikan dan prestasi yg baik jg belum tentu jd orang yg sukses. Banyak faktornya. Prestasi itu penting sebagai faktor pendukung, bukan sebagai penentu kesuksesan itu sendiri.








Daftar pustaka :

    Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya 2019. SMK WIDYA NUSANTARA https://smkwidyanusantara.sch.id/read/5/pendidikan-karakter-pengertian-fungsi-tujuan-dan-urgensinya#:~:text=Secara%20umum%20fungsi%20pendidikan%20ini,%2C%20tangguh%2C%20dan%20berperilaku%20baik diakses pada 9 Februari 2023
   
    Berprestasi Tujuan Hidupku 2018. Perpustakaan direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah 
https://perpus-dikdasmen.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=823&keywords= diakses pada 5 Febuari 2023

Selasa, 17 Januari 2023

TREN BOLOS SEKOLAH

     
Membolos dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat, atau membolos juga dapat dikatakan sebagai ketidakhadiran siswa tanpa adanya suatu alasan yang jelas. Bolos sekolah adalah salah satu kenakalan remaja baik dari sekolah dasar dengan sekolah menengah dapat di kalangan mahasiswa juga

Kejenuhan dalam belajar dijadikan alasan utama untuk bolos sekolah Selain itu masalah pribadi seperti konflik dengan orangtua atau pacar dan teman dari para pelajar juga dijadikan alasan untuk bolos sekolah karena bisa membuat tidak konsentrasi dalam proses belajar mengajar. Para pelajar menjadikan ketidaksukaan mata pelajaran dan guru yang mengajar sebagai alasan untuk bolos sekolah. Bahkan ada yang bolos sekolah karena takut dikucilkan oleh teman.

Oleh karena itu penanganan terhadap siswa yang suka membolos menjadi perhatian yang sangat serius untuk sekolah, terlebih di sekolah yang berperan penting dalam menangani anak di kelas ini adalah pada guru BK. Jika di rumah orang tua lah yang harus jeli mengawasi anaknya, karena terkadang penyebab utama siswa membolos lebih sering berasal dari dalam lingkup keluarga.

Selasa, 29 November 2022

PERAN PENDIDIKAN YANG TAK TERTELAN ZAMAN




Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi peserta didik khususnya dalam hal penguatan karakter. Ada salah seorang tokoh pendidikan yang ajaran dan budi pekerti beliau masih terus ditanmkan dalam diri setiap peljar walaupun sudah tertelan zaman, beliau adalah Ki Hajar Dewantara. 

Ki Hajar Dewantara mendapat julukan sebagai Bapak Pendidikan karena beliau berhasil mendirikan sebuah sekolah bernama Perguruan Nasional Taman Siswa. 

Ketika mendirikan sekolah yang sering juga disebut sebagai Taman Siswa tersebut, Ki Hajar Dewantara membuat tiga buah semboyan yang sampai saat ini masih digunakan di dunia pendidikan.
Saat menjadi pendiri sekaligus pengajar dalam sekolah yang dibuatnya, Ki Hajar Dewantara menciptakan tiga semboyan bagi para guru atau pengajar.

Semboyan ini terdiri dari tiga poin yang ditulis dalam bahasa Jawa dan menjadi pedoman bagi guru atau pengajar saat membimbing murid-muridnya dalam hal pembelajaran.

Tiga poim ajaran tersebut tertuang dalam kalimat-kalimatnya yaitu :
Ing Ngarso Sun Tulodho, yang berarti di depan (pimpinan) harus memberi teladan.

Ing Madyo Mangun Karso, yang bermakna di tengah memberi bimbingan.

Tut Wuri Handayani, yang mengandung arti di belakang memberi dorongan.

Jika disatukan, kalimat itu menjadi “Ing Ngarso Sun Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani.”
Ketiganya merupakan peran pendidikan. 

Semboyan pertama adalah ing ngarsa sung tulada, yang jika diuraikan satu persatu, terdiri dari kata ing yang berarti "di", ngarsa yang berarti "depan", sung berarti "jadi", dan tulada yang merupakan "contoh" atau "panutan".
Dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa semboyan Ki Hajar Dewantara yang pertama ini mempunyai arti "di depan menjadi contoh atau panutan".
Ini artinya, seorang guru, pengajar, atau pemimpin harus bisa memberikan contoh serta panutan kepada orang lain di sekitarnya saat ia berada di depan.

Semboyan yang kedua adalah Ing madyo mangun karso. Ing artinya "di", madya memiliki arti "tengah", sedangkan mangun berarti "membangun" atau "memberikan", dan karsa memiliki arti "kemauan", "semangat", atau "niat".
Jika digabungkan, semboyan ing madya mangun karsa memiliki arti yaitu "di tengah memberi atau membangun semangat, niat, maupun kemauan".
Semboyan ing madya mangun karsa memiliki makna bahwa ketika guru atau pengajar berada di tengah-tengah orang lain maupun muridnya, guru harus bisa membangkitkan atau membangun niat, kemauan, dan semangat dalam diri orang lain di sekitarnya.

Semboyan ketiga yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu tut wuri handayani. Kata tut wuri dapat diartikan sebagai "di belakang" atau "mengikuti dari belakang" dan handayani yang berarti "memberikan dorongan" atau "semangat".
Dari pengertian tersebut, bisa diartikan tut wuri handayani memiliki arti "di belakang memberikan semangat atau dorongan".
Makna dari semboyan ketiga ini berarti ketika berada di belakang, pengajar atau guru harus bisa memberikan semangat maupun dorongan kepada para muridnya.
Pada saatnya berada di tengah-tengah orang lain, ia mesti mampu menggelorakan semangat demi perubahan yang lebih baik.
Ketika berada di belakang sebagai pengayom/penasehat, ia mampu menggerakkan orang-orang di depannya supaya kehendak tetap menggelora dan keteladanan tetap berjalan.


https://pingkanhendrayana.blogspot.com/2022/05/guru-berperan-sukses-di-genggaman.html 

PRESTASI SEGUDANG JAMINAN MASA DEPAN?

        Berbicara mengenai pendidikan di kalangan pelajar tak akan lepas dari yang namanya potensi akademin dan non akademin. Sebagai pelaja...